Mahasiswi UK Petra Wakili Indonesia ke China dalam Lomba Chinese Bridge

Mahasiswi UK Petra Wakili Indonesia ke China dalam Lomba Chinese BridgeSURYA.CO.ID/Habibur Rohman

Mahasiswa Program studi Bahasa Mandarin UK Petra, Devina Paulina Yapariyang menjadi kandidat dan mewakili Indonesia dalam tingkat International pada Lomba Chinese Bridge di China untuk kategori Mahasiswa yang berlangsung pada bulan September - Oktober 2021. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Mahasiswi Program Studi Bahasa Mandarin UK Petra, Devina Paulina Yapari berhasil meraih juara 1 Chinese Bridge di tingkat nasional.

Chinese Bridge menjadi salah satu di antara ajang perlombaan tahunan berbahasa Mandarin dari Pemerintah Tiongkok yang bertaraf internasional untuk mengasah kemampuan berpidato.

Kompetisi ini digelar secara online pada 18-20 Juni 2021 lalu. Di mana dalam kompetisi ini Devina juga berhasil meraih popularitas dengan likes terbanyak.

Keberhasilan ini membuat Devina berhak menjadi perwakilan Indonesia di tingkat internasional.

“Senang ya, benar-benar tidak menyangka akan mewakili Indonesia dari Jawa Timur dalam lomba ini (Chinese Bridge di China untuk kategori mahasiswa)," ujar Devina kepada SURYA.CO.ID, Rabu (23/6/2021).

Lebih lanjut, Devina bercerita, ada empat bidang yang dilombakan yaitu pidato Bahasa Mandarin, tanya jawab dalam Bahasa Mandarin, tes tulis dengan topik pengetahuan seputar Tiongkok dan Mandarin serta unjuk bakat berbudaya Tionghoa.

“Presentase penilaiannya pidato sebesar 25 persen, tanya jawab 15 persen, tes tulis 15 persen dan unjuk bakat 45 persen," ujar mahasiswi angkatan 2017.

Tema lomba Chinese Bridge 2021 ini yaitu 天下一家 tiānxià yìjiā (One World One Family).

Sesuai dengan tema yang diminta, Devina membawakan pidato dengan memboyong semboyan negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika sebagai contohnya.

Devina merinci, di dunia ini tidak ada manusia yang sama persis. Tetapi di tengah perbedaan itu manusia bisa saling menghormati dan menolong agar terwujud dunia yang harmonis.

Sedangkan untuk unjuk bakat, mahasiswi semester 8 tersebut memainkan erhu (alat musik tradisional Tiongkok) dengan membawakan lagu berjudul 赛马 (Balap Kuda).

“Lagu berdurasi 1 menit 30 detik ini merupakan lagu klasik Tiongkok yang terkenal memiliki tingkat kesulitan tinggi sebab temponya yang cepat dan membutuhkan teknik menirukan suara kuda serta kelincahan jari," tambah gadis yang belajar erhu secara otodidak selama 3 tahun itu.

Bukan tanpa rintangan, Devina juga sempet mengalami minder saat lomba tingkat nasional ini.

“Lawan saya berasal dari Medan, Jakarta hingga Kalimantan yang Bahasa Mandarinnya sangat bagus sebab dipakai dalam obrolan sehari-hari jadi sejak kecil sudah jago Bahasa Mandarin," terang gadis yang saat ini tinggal di Malang.

"Total peserta kategori mahasiswa ini mencapai 35 orang yang berasal dari sembilan provinsi di 14 universitas seluruh Indonesia," imbuhnya.

Devina berkisah, kompetisi ini dilaluinya dengan perjuangan yang cukup menguras energi dan pemikiran.

Kendala jarak dan pembagian waktu. Devina merinci, lebih nyaman latihan secara offline akan tetapi kondisi yang tidak memungkinkan membuatnya harus latihan bersama para dosen yang berada di Surabaya menggunakan zoom.

Kemudian saat persiapan lomba ini sebenarnya Devina juga sedang proses pengerjaan skripsi.

Usaha keras itu berbuah manis, kini Devina sedang mempersiapkan diri untuk berlomba tingkat internasional mewakili Indonesia antara bulan September/Oktober 2021 yang akan datang.


Source: https://surabaya.tribunnews.com/2021/06/23/mahasiswi-uk-petra-wakili-indonesia-ke-china-dalam-lomba-chinese-bridge.

OTHER ARTICLES